Contoh Bentuk Java Herbal Pill Paket
yang terdiri dalam 4 botol, dan masing-
masing botol terdiri dari 315 butir pill.
Berkhasiat untuk digunakan sebagai
Obat HIV Herbal



Contoh Bentuk keringan dari bahan
pembentuk Java Herbal Pill.
Setelah pencampuran bahan-bahan secara merata, bersama dengan Beta Vulgaris Fructus mengikat seluruh komponen herbal
sebelum menjadi bentuk pill.


 

SEJARAH TENTANG JAMU

Pengobatan herbal di Indonesia dikenal dengan sebutan Jamu


Apakah Jamu itu ?
Jamu adalah ramuan unik untuk pengobatan herbal di Indonesia, and dan digunakan untuk mengobati apapun sesuai dengan efektifitas tanaman yang dikenal secara empiris turun-temurun. Pengetahuan tentang Jamu telah digunakan selama berabad-abad di Indonesia , dan masih digunakan hingga hari ini.

Tentang nama 'Jamu'
Terutama sebutan "Jamu" digunakan oleh orang-orang jawa, untuk menyebutkan pengobatan herbal; Pengobatan yang tidak menggunakan material kimia sintetik yang additive. Jamu juga memiliki konotasi tradisional, karena jamu berasal dari tradisi yang sangat tua di jawa, serta eksis sangat lama sebelum ilmu farmasi modern memasuki Indonesia. Pada resep pembuatan Jamu, beberapa formula berumur sangat tua, dan masih dipergunakan hingga saat ini dengan khasiat penyembuhan yang baik.

'Dukun' atau 'tabib' (sebutan untuk dokter tradisional atau /natural dokter) menggunakan tradisi ini seperti bagaimana ramuan tersebut diterapkan di masa lampau. Dan pada masa ini, tradisi minum Jamu menjadi populer dikalangan orang indonesia pada umumnya. Dimana hampir 80% orang Indonesia, menggunakan tradisi minum jamu. Bagi orang Indonesia, jamu sama dengan populernya seperti populernya tradisi minum susu bagi orang-orang barat.

Sejarah tentang Jamu
Asal muasal tentang Jamu tidak diketahui. Tidak ada yang benar-benar mengetahui bagaimana asalnya budaya Jamu. Namun, kisah bersejarah yang sangat terkenal, menghubungkan Jamu ke abad 17 tentang Kekuasaan Kerajaan Hindu Mataram. Dimana para puteri-puteri keraton, menjaga kesehatan dan kecantikan diri mereka untuk terlihat selalu nampak muda dan cantik untuk suami mereka, menggunakan persediaan jamu dan kosmetik herbal. Kitab Madhawapura's adalah sebuah buku catatan resep jamu dari Kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang "Pembuatan Jamu" yang disebut "Acaraki'

.
Pengobatan Herbal Tradisional Indonesia
(yang dikenal dengan sebutan jamu) biasanya dibuat dalam bentuk pill dan bubuk.
Bentuk bubuk biasanya untuk dilarutkan dalam air sebelum dikonsumsi.
Kemudian mereka akan meminum teh atau airputih untuk menghilangkan rasa pahit
yang timbul di lidah setelah minum jamu.

Kelebihan dari minum jamu
Ada banyak jenis dari ramuan jamu. Ramuan-ramuan tersebut membantu mengatasi permasalahan kesehatan manusia di Indonesia. Contohnya seperti : Formula 'Cabe puyeng' mampu mengatasi masalah rematik; atau 'gula asem' menyembuhkan masalah kekurangan vitamin C; 'beras kencur' untuk menyegarkan tubuh dan menyembuhkan kelelahan; 'daun papaya' untuk menyembuhkan malaria; serta 'sawanan' untuk membersihkan darah. Semuanya adalah formula tradisional yang sangat dikenal di Indonesia.

Jamu tidak hanya digunakan untuk pengobatan saja. Contohnya formula 'Galian Singset' sangat efektif untuk digunakan untuk merampingkan tubuh (body slimming). Dan formula jamu yang lain digunakan untuk mencerahkan warna kulit, perawatan rambut, menghilangkan bau badan, dan lain-lain. Selain itu jamu juga digunakan sebagai supplement harian untuk menambahkan tenaga dan gairah hidup, serta meningkatkan kebahagiaan dalam rumah tangga.

Proses Pembuatan Jamu

Salah satu metode tradisional membuat jamu salah satunya adalah dengan menggodog bahan-bahan yang telah disiapkan (jamu godok) yang sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat budaya jawa. Peralatan yang dikenal untuk membuat jamu masih banyak ditemui sebagai salah satu peralatan rumah tangga pada masyarakat jawa, seperti contohnya; Lumpang (small iron Mortar), pipisan, parut (grater), kuali (clay pot), etc.

Penyakit apa saja yang dapat diobati oleh jamu?

Jawabannya adalah : hampir semua penyakit ada jamunya sendiri yang dapat diobati oleh jamu. Ada banyak jenis jamu yang dapat memerangi berbagai macam jenis penyakit. Namun pada prinsipnya ada 2 jenis jamu di Indonesia; yang pertama adalah jamu untuk membantu kebugaran dan kesehatan tubuh yang salah satunya masyarakat jawa mengenalnya bernama Galian Singset (untuk menjaga tubuh wanita tetap sehat dan ramping) dan Sehat Lelaki (untuk menjaga kesehatan pria). Dan yang kedua adalah jamu untuk mengobati penyakit, contohnya adalah jamu Java Herbal Pill yang dibuat untuk mengobati HIV/AIDS (sebagai Obat HIV AIDS Herbal).


Diluar 2 jenis jamu tersebut, ada juga jamu yang dibuat untuk tujuan menjaga keharmonisan rumah tangga. Produk jamu yang terkenal untuk keharmonisan rumah tangga adalah : Sari Rapet, yang menjaga kesehatan organ kewanitaan, dan untuk prianya, jamu yang berpasangan dengan Sari Rapet adalah jamu Kuat Lelaki. Selain itu dalam budaya kesehatan jawa juga mengerti untuk menjaga kesehatan wanita hamil baik sebelum dan sesudah persalinan dengan membuat jamu yang khusus untuk kehamilan. Bahkan ada juga jamu untuk menjaga kesehatan bayi.

Tanaman-tanaman obat yang digunakan untuk Jamu
ada ratusan jenis tanaman obat yang dikenal sebagai bahan jamu, diantaranya adalah:

Rempah Bumbu Jahe (Zingiber Officinale)
Lempuyang (Zingiber Oronaticum)
Temu Lawak/ Wild Ginger (Curcuma Cautkeridza)
Kunyit/ Tumeric (Curcuma Domestica)
Kencur/ Greater Galingale (Kaemferi Galanga)
Lengkuas/ Ginger Plant (Elpina Galanga)
Bengle (Zingiber Bevifalium)
Daun-daunan Secang (Caesalpinia Sappan Hinn)
Sambang Dara (Rexco Ecaria Bicolar Hassk)
Brotowali (Tiospora Rumpii Boerl)
Adas (Foeniculum Vulgare Mill)
Buah Jeruk Nipis/ Calamondin (Citrae Aurantifalia Sivingle)
Ceplukan (Physalic Angulata Him)
Nyamplung (Calophylum Inaphyllu)
Kulit Pohon Kayu Manis/ Cinamon (Gijeyzahyza Glabra)
Bunga Melati/ Yasmin (Jataninum Sunbac Ait)
Rumput Alang-alang (Gramineae)

Sebagai catatan, beberapa pabrik jamu di pulau Jawa telah mengeksport produknya keluar negeri. Selain jamu yang siap konsumsi, masih ada 25 jenis tanaman obat dan bahan-bahan pembentuk obat herbal juga berada dalam daftar eksport ke Eropa, Australia, Amerika dan Jepang.

Tanpa Efek Samping
Budaya jawa juga senang meminum jamu, karena :
1. ketersediaannya dimana-mana
2. harga yang termasuk relatif murah
3. dan yang paling penting adalah tidak ada efek samping pada tubuh

Kembali ke Alam (Back To Nature)
'Kembali ke alam' bukanlah hanya sekedar slogan di Jawa dan Indonesia. Bukti yang jelas-jelas dapat dilihat secara fisik adalah karena bahan-bahan digunakan dalam pembuatan jamu adalah bahan herbal yang digunakan tradisional dan berbagai macam "tanaman medis atau tanaman obat", baik itu dari daunnya, buahnya, akarnya atau kulit pohonnya, dan lain-lain.

Pengobatan herbal ini telah digunakan sejak jaman dahulu hingga sekarang, dan semakin meluas digunakan oleh orang-orang di Indonesia pada level ekonomi yang berbeda-beda; kalahan bawah, menengah, atas, di desa, juga di kota-kota besar.

Penelitian tentang jamu Indonesia telah dilakukan oleh Rumphius , seorang botanis yang hidup pada masa pemerintahan Belanda di Indonesia yaitu tahun 1775 Masehi. Ia menerbitkan buku berjudul 'Herbaria Amboinesis'. Sebuah penelitian sains terhadap jamu, Pusat Penelitian Pengobatan Herbal di Taman Botani Bogor. Yang hasil akhirnya adalah diterbitkannya buku berjudul 'Medical Book for Children and Adults' (Buku Kesehatan bagi Anak dan Orang Dewasa), yang disusun oleh E. Van Bent .

Seminar pertama kali tentang jamu di Indonesia diadakan di Solo pada tahun 1940, diteruskan oleh gabungan organisasi-organisasi Jamu Indonesia di tahun 1944. Pada tahun 1966, seminar tentang jamu diadakan lagi di kota Solo. Kemudian pada tahun 1981, sebuah buku berjudul 'The use of Medical Plants' (Kegunaan Tanaman Obat) dibuat untuk mensupport (membantu) industri jamu di Indonesia.

Metode dan cara penggunaan jamu masih sama seperti bagaimana para leluhur di budaya jawa menggunakannya. Beberapa mengkonsumsinya dengan meminumnya dan beberapa lagi menggunakan untuk diaplikasikan pada permukaan tubuh (contoh : oles).


Pada gambar adalah contoh Jamu sebagai Obat HIV herbal
Saat ini, kita dapat memperoleh jamu siap pakai yang telah dibungkus dengan cara modern, dalam bentuk bubuk, pill, kapsul, minuman sirup siap telan dan lotion atau minyak oles. Dan tentu, masih ada toko-toko jamu yang menjual hanya bahan atau rempah jamu nya saja, dan meramu jamunya dilokasi, dan dibuat seperti yang dibutuhkan oleh pembelinya. Bahkan pemandangan dimana beberapa penjual jamu wanita menjajakan jamu gendong di jalan atau menggunakan sepeda, merupakan hal yang biasa terlihat di Indonesia.

Pengemasan Produk Jamu

Gambar diatas adalah bagaimana bentuk kemasan jamu saat ini. Biasanya jenis kemasan botol yang wajib digunakan untuk produk makanan, obat-obatan atau jamu adalah jenis PET (Polyethylene Terephthalate), HDPE (High Density Polyethylene), LDPE (Low Density Polyethylene). Hindari produk yang dikemas dengan kandungan Polyvinyl Chloride (PVC) karena berbahaya untuk ginjal dan hati, atau Polystyrene (PP) karena dapat menyebabkan kanker. Anda dapat memeriksa jenis plastik yang digunakan dengan melihat tanda yang tertera pada bagian botol produk yang Anda beli. Kualitas botol produk paling baik adalah bersimbolkan PET atau logo segitiga dengan angka 1 didalamnya. Produk Java Herbal Pill pada contoh gambar diatas, telah menggunakan kualitas botol PET (nomor 1), disertai tutup botol kedap udara, serta silica gel untuk menjaga kelembaban, anti bau, dan menahan produk herbal lebih awet tanpa menggunakan pengawet pada produknya langsung.

 
 

About HIV
HIV Symptomps
What is AIDS
HIV Test
How do you get HIV
Natural Remedies
Founder of JHP
Staying Healthy with HIV
Latest HIV Research
More Result of JHP User
Interview with HIV Founder
HIV/AIDS Herbal Therapy


SMS/PHONE:
0817-205280 (XL)
0812-2474.2990 (Simpati)
PIN BB : 31701F0E
(jam kerja : 9.00 - 17.00 WIB)


.



   
Copyright © 2013 javanessia.com All Rights Reserved